Tutorial Dasar Belajar Kaligrafi dengan Brush Pen

cally

Kaligrafi merupakan salah satu jenis karya seni yang menekankan keindahan yang terdapat pada bentuk-bentuk huruf yang telah dimodifikasi atau digayakan, sehingga mempunyai nilai estetika. Keindahan bentuk ini mempunyai pengertian yang umum, artinya bentuk huruf tersebut tidak hanya berlaku untuk huruf-huruf tertentu atau asal dari jenis huruf tertentu. Salah satu contoh, misalnya kaligrafi tidak hanya berlaku untuk bentuk atau jenis huruf Arab saja, tetapi dapat juga berlaku untuk jenis-jenis huruf yang lain.

Meskipun sebagian orang berkeyakinan bahwa kaligrafi merupakan bagian dari lettering, namun ada hal mendasar yang membedakannya.  Lettering bisa diartikan sebagai seni menggambar huruf, sedang kaligrafi (calligraphy) adalah seni menulis huruf.  Jika kalian melihat beberapa karya seorang kaligrafer profesional, maka akan terlihat bahwa tulisan mereka identik dan seimbang.  Kaligrafi ditulis dengan alat khusus contohnya brush pen, dimana kita dituntut untuk ‘satu kali menggores’.  Maka diperlukan latihan yang banyak menuju konsistensi pada level tinggi dan akhirnya menjadi seorang master kaligrafi.

Pada postingan kali ini IDSN akan berbagi kepada kalian pecinta kaligrafi tentang tips dan trik agar dapat membuat tulisan yang indah menggunakan brush pen.  Bukan berlaku sebagai master kaligrafi, tapi hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan dan pengalaman kepada kawan IDSN tercinta. Artikel ini ditulis atas sumbangsih dari salah satu kawan IDSN, Kak Nasir *) dan dilengkapi dengan bumbu pemanis oleh Om Ngadimin di meja redaksi.

Beberapa hal yang harus kalian persiapkan sebelum mulai berlatih membuat hand-lettering bergaya kaligrafi adalah:

Alat umum

calligraphy tools

Sarana yang bersifat umum untuk membuat lettering adalah kertas, penggaris, pensil dan penghapus.  Kita bisa menggunakan kertas apa saja, bahkan bisa menggunakan media lain untuk tingkat lanjut, misalnya kayu, tembok, kaca dll.  Namun untuk hasil yang lebih bagus sebaiknya gunakan kertas yang bertekstur padat dan lebih tebal, misalnya HVS 80 gsm keatas, karton, art paper, canson, kertas kraft. Pensil dan penggaris akan digunakan untuk membuat grid atau guideline yang berfungsi sebagai panduan arah tulisan agar tidak melenceng kemana-mana.

Alat khusus

brush pen
Banyak pilihan brush pen dari yang murah hingga mahal.

Untuk mengeksekusi lettering bergaya kaligrafi, maka kita harus menggunakan alat khusus berupa brush pen. Brush pen menggunakan tinta basah dengan ujung yang berbentuk serabut.  Banyak sekali jenis brush pen yang bisa kita gunakan, mulai dari yang murah hingga yang mahal.  Berbagai merk brush pen bisa didapatkan di toko alat tulis besar semacam Gramedia; Sharpie stained, Koi Coloring brush, Micron Brush, Copic, Kuretake atau Tombow.

Tips cara memegang brush pen yang nyaman.

cara-pegang-brush

LATIHAN DASAR

Sebelum memulai latihan, siapkan kertas yang telah diberi guideline atau bisa juga print out dari grid yang bisa di download dihalaman ini. Nah selanjutnya, inilah beberapa dasar berlatih kaligrafi menggunakan brush pen yang dilengkapi dengan gambar (klik untuk memperbesar).

ENTRANCE STROKE

Membuat garis masuk / awal yang tipis. Hal yang harus di perhatikan adalah teknik / fokus pada posisi tangan saat memegang brush pen. Tarikan dari arah bawah keatas tanpa tekanan yang berat agar menghasilkan garis yang tipis.

kaligrafi dasar

02_entrance_stroke

UNDERTURN STROKE

Pembuatan stroke dari tebal ke tipis, yang harus diperhatikan adalah tekanan penuh pada brush pen yaitu dimulai pada stroke tebal dengan menarik kearah bawah dan menipis / mengecil pada tarikan keatas.

03_underturn_stroke

04_underturn_stroke

OVERTURN STROKE

Sama hal nya seperti teknik underturn, teknik overturn mendahulukan tarikan tipis pada arah naik, kemudian menebal pada arah turun. Tekanan tangan pada brush pen yang akan membuat perbedaan tebal dan tipis goresan.

overturn calligraphy

06_overturn_stroke

COMPOUND STROKE

Pergabungan antara underturn dan overturn stroke, tarikan pertama tipis di ikuti tarikan tebal lalu kembali pada tarikan tipis, butuh kelenturan tangan dan tekanan yang pas untuk melakukan teknik ini.

07_compound_stroke

08_compound_stroke

PETUNJUK TAMBAHAN

Pada gambar dibawah dijelaskan arah brush pen untuk membuat kaligrafi. Sekali lagi yang perlu diperhatikan adalah tekanan berat pada brush pen untuk tarikan arah turun untuk membuat stroke tebal dan tekanan ringan kearah keatas / naik untuk membuat stroke lebih tipis.

10_arah_goresan

09_oval_stroke

PRAKTEK DAN LATIHAN

Kalian bisa menggunakan garis panduan berbentuk grid sebagai panduan arah lurus dan kemiringan saat menggoreskan brushpen.  Selain itu juga sebagai alat untuk melatih konsistensi kapan harus membuat garis tebal, kapan harus membuat garis tipis.


Tahap pertama. Direkomendasikan untuk melatih teknik dasar  dari underturn hingga compound seperti dijelaskan diatas hingga tarian jemari diatas kertas serasa dibawah sadar, tanpa perlu lagi otak memberi komando, “Woi arah naik stroke tipis!” dan sebagainya. Gunakan guideline untuk mempermudah latihan. IDSN telah menyiapkan template-nya.  Silakan di doncrot dan dicetak sendiri dirumah.

12_stroke

Download guideline basic DISINI.


Tahap kedua. Setelah puas dengan latihan dasar diatas, kita bisa melangkah pada praktek menulis kaligrafi menggunakan brush pen. Gunakan guideline no. 1, dimana grid vertikal dan horisontal divisualkan secara lengkap.

13_guidelines_1

Download guideline latihan no. 1 DISINI.


Tahap ketiga. Bilamana sudah banyak berlatih dengan grid lengkap dan merasa sudah mendapat pencerahan, silakan mengetes konsistensimu dengan guideline no. 2, dimana garis miring vertikal dihilangkan.

13_guidelines_2

Download guideline no. 2 DISINI.


Tahap keempat. Wow selamat, kalian semakin mantap.  Nampaknya jemari sudah lihai bergerak sambil memegang brush pen.  Kita coba menggunakan guideline no. 4, dimana hanya titik-titik yang memandu membuat garis lurus dan kemiringan.

13_guidelines_3

Download guideline no. 3 DISINI.

KONKLUSI

Untuk mencapai kesempurnaan, atau setidaknya memahami bagaimana kaligrafi bekerja, jangan berharap terlalu instan agar tak kecewa jika ternyata kalian cukup lama menguasainya.  Kunci utamanya adalah jangan lelah mencoba. Jomblo terus aja gak lelah kan 😛 Terus berlatih. Praktek menjadi hal yang terpenting.  Maka semangat dan keinginan kalian untuk BISA menjadi senjata yang luar biasa.  Jangan pesimis ketika kalian merasa ‘tidak memiliki bakat’.  Keinginan yang kuat akan membawamu ke tujuan.  Nikmati prosesnya langkah demi langkah. Salam super!

Duh, lama-lama kok malah jadi Mario Teguh KW.  Oke gaes, selamat berlatih. Semangat!!


Kontributor:
Mochamad Nasiruzzaman, akrab di panggil Nasir, kelahiran Cirebon, besar di Semarang dan sekarang merantau di Jakarta. Kesibukannya bekerja tak menyurutkan semangatnya untuk tetap fokus mengasah passion dalam seni lettering, kaligrafi dan tipografi. Motonya: “selalu sibuk untuk berkarya bukan hanya sekedar bergaya”. Kenali lebih dekat pribadi dan karya Kak Nasir di Instagram: @keithzo_ 

Jika tertarik ingin menyapa Om Ngadimin, silakan intip Instagramnya juga: @arwanod

About Idesainesia

IDEsainesia adalah blog sederhana tempat berbagi dan belajar segala hal tentang desain grafis. Ingin menyebarkan semangat untuk terus berkarya ddan kreativitas dengan ide segar setiap hari. Bukan menggurui, hanya berbagi. Caring is Sharing.

View all posts by Idesainesia →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *